<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6524906824000221977</id><updated>2012-02-15T22:31:35.808-08:00</updated><title type='text'>BERANDA INSANI</title><subtitle type='html'>ruang bebas untuk mencurahkan dan mencerahkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://berandainsani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandainsani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Isfan Dahriyan Nasution</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07811454997753567958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJhyBDog1I/AAAAAAAAABg/2vUr4n7c97A/S220/RSCN0494.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6524906824000221977.post-3156995594883260091</id><published>2008-12-01T04:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T18:41:43.752-08:00</updated><title type='text'>SANGGUPKAH KITA (Kaum Laki Laki)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STSeNYWVacI/AAAAAAAAACo/ghqesguSdYY/s1600-h/prod_243_18750.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 109px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STSeNYWVacI/AAAAAAAAACo/ghqesguSdYY/s200/prod_243_18750.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275015016269310402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Base on a True Story.......&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat hidup kita&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.supportingkidds.org/family.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://jesneimitef.multiply.com/journal%3F%26page_start%3D40&amp;amp;usg=__4z1yj7SJCjStHLx-JTC_J1Cu0TM=&amp;amp;h=898&amp;amp;w=897&amp;amp;sz=222&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=33&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=sYEJebaCsK2_1M:&amp;amp;tbnh=146&amp;amp;tbnw=146&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dgambar%2Bkeluarga%26start%3D20%26ndsp%3D20%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno (58 tahun), kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba tiba kakinya lumpuh dan tidak bias digerakkan. itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan,membersi hkan kotoran, menyuapi,dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak Pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat Bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi. Kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan Bapak menikmati masa tua Bapak Dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat ibu bergantian". Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka. "Anak2ku Jikalau hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian" .. sejenak kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang. Kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno....dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STSf3pPnTdI/AAAAAAAAACw/Qt-iAGIYS50/s1600-h/Laskar+Pelangi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STSf3pPnTdI/AAAAAAAAACw/Qt-iAGIYS50/s200/Laskar+Pelangi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275016841870659026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber diacara Islami Selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2....disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir distudio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.." "Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah..dan itu merupakan ujian bagi saya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit. Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah". "Diatas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya....". Kata-kata itu meluncur sedemikian dari seorang hamba yang begitu bangga memaknai arti cinta yang begitu dalam.... Mampukah kita...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6524906824000221977-3156995594883260091?l=berandainsani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandainsani.blogspot.com/feeds/3156995594883260091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6524906824000221977&amp;postID=3156995594883260091&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/3156995594883260091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/3156995594883260091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandainsani.blogspot.com/2008/12/sanggupkah-kita-kaum-laki-laki.html' title='SANGGUPKAH KITA (Kaum Laki Laki)'/><author><name>Isfan Dahriyan Nasution</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07811454997753567958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJhyBDog1I/AAAAAAAAABg/2vUr4n7c97A/S220/RSCN0494.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STSeNYWVacI/AAAAAAAAACo/ghqesguSdYY/s72-c/prod_243_18750.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6524906824000221977.post-6341399842800995245</id><published>2008-11-27T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T05:15:22.694-08:00</updated><title type='text'>GERBONG PKS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJ1jOOlf2I/AAAAAAAAACY/NA36YvPv59M/s1600-h/FSCN0418.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274407361579417442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 113px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 149px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJ1jOOlf2I/AAAAAAAAACY/NA36YvPv59M/s200/FSCN0418.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Asep Sumantri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Teng, tong, teng, tong.. "Diberitahukan kepada penumpang kereta Argo&lt;br /&gt;Bromo jurusan Surabaya, agar menuju ke peron 3 karena kereta sebentar&lt;br /&gt;lagi akan memasuki stasiun", suara pengumuman yang cukup keras itu&lt;br /&gt;membuyarkan lamunan saya. Saya sendiri bukan mau naik kereta itu tapi&lt;br /&gt;sedang menunggu kereta lain jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya kemarin mendapat imel dari seseorang yang mana dia mengirimkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kepada saya tentang 8 alasan mengapa memilih PKS. Mengapa delapan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yah, mungkin terkait dengan nomor urut PKS yang memang bernomor 8.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Awalnya saya menganggap bahwa ini iklan politik. Saya coba baca isinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dan saya membenarkan isi dari imel itu. Memang 8 (walau terkesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dipaksakan) alasan itu menampilkan sisi-sisi kebaikan PKS, yang mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;saat deklarasi pendiriannya dulu (saat itu masih bernama PK) di masjid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Al-Azhar, saya berdua dengan kawan yang mensyut acara itu, lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mengedit filmnya, saya tambahkan opening title di awalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya ingat betul video itu diedit 'masih kasar' karena belum ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;program editing yang mudah digunakan dan komputer juga belum sebagus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sekarang. Jadi cara mengedit dengan menggunakan tape to tape, cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;analog. Wah, pokoknya ribet asli deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lagu pembukanya menggunakan soundtrack dari film Batman Returns&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;(hehehe.. lagi-lagi Batman, yah) dan film itu diberikan narasi juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;oleh kawan saya. Pun dalam video itu dibuat cerita bahwa, 'bermula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dari kesuksesan partai Refah di Turki, bla bla bla' dan voila, jadilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sebuah video promosi. Video itu kemudian dikopi dan disebarkan ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seluruh Indonesia (kalau tidak salah begitu deh ya). Nah, itulah video&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pertama yang kami berdua kerjakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;* * *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kembali ke bumi setelah mengawang-awang bernostalgia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya membayangkan diri saya sekarang ini sedang menunggu sebuah partai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang dulu pernah menjadi kereta dengan gerbong eksklusif (bukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;eksekutif), dimana kereta itu bagus tampaknya dari luar dan nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;saat di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya bayangkan juga sebuah kereta ekonomi, dimana semua orang bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kambing sekalipun duduk bareng bersama dalam satu gerbong. Para&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pedagang bersliweran menjajakan entah itu makanan, sampai kipas mini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;bertenaga batere. Maklum, hawanya lebih panas karena semuanya masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berjubel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Beda dengan kereta yang di awal, dimana isi penumpangnya sedikit dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kereta jauh lebih nyaman karena tidak ada pedagang yang masuk, kambing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;tidak ikut naik dan berpendingin udara, sehingga lebih sejuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya membandingkan antara PK dan PKS, maka saya mendapatkan kenyataan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang seperti itu. PK dulu adalah partai yang 'eksklusif' karena hanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;orang-orang yang ikut 'pengajian', ikut tarbiyah, ikut halaqoh dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sebagainya yang lantas mereka menjadi pondasi massa, yang menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;grass root bagi partai yang mulai saat dideklarasikan sampai sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;ini masih tetap fenomenal dan kadang kontroversial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saat masih eksklusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saat itu sepertinya masa keemasan dan masa kejayaan bagi PK, karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pada waktu itu semuanya baik. Semua bahu membahu berjuang agar PK bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menjadi partai yang 'lain daripada yang lain', dimana yang tampil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;adalah wajah-wajah muda nan segar yang menjadi pemimpin serta anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tampil orang-orang muda terpelajar yang cerdas, bersih, jujur, bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dipercaya dan juga enak saat diajak bicara, karena bahasan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;lugas dan mendalam. Tidak terkesan sebagai partai cemen yang berisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;orang-orang cuma iseng bikin partai, karena kesempatan mendirikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;partai saat itu dibuka lebar-lebar oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tokoh-tokoh muda yang tampil selama ini memang sudah dikenal di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kalangan mereka sebagai orang yang berpengetahuan luas, seorang ustadz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang biasa bicara masalah agama dan lancar bicara masalah politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bukan sekedar ustadz karbitan dan politikus oportunis, yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menggunakan pesona dan kharisma untuk menjaring massa. Bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kebanyakan dari mereka malah tidak dikenal oleh banyak orang dan hanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;'untuk kalangan sendiri'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PK pada saat itu tampil seolah 'melawan arus', melawan kebiasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Entah itu memang sekedar manuver politik, atau memang mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menciptakan brand image tersendiri, menciptakan trendsetter yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;daripada yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hal itu seolah menjadi pedang bermata dua. Di sisi lain orang memuji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;'gerakan moral' yang dilakukan oleh PK sementara di sisi lain tindakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;'di luar manuver politik' dimana PK dikenal sebagai 'partainya anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;muda militan', yang suka membid'ahkan 'ritual-ritual keagamaan'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seperti tahlilan, yasinan dan sebagainya. Cap miring pengikut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;'wahabi', bukan Islam, bukan NU, bukan Muhammadiyah, pokoknya yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;bukan-bukan, menjadikan PK bukan sebagai partai pilihan dan idaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tapi, bukannya PK ditinggalkan, malah makin bertambah penggemarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Rupanya gerakan moral seperti para politisi PK tidak ada yang terlibat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;korupsi, perilaku kehidupan mereka yang jauh dari kesan glamour dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seperti mau menghabiskan uang rakyat. Bahkan dalam banyak kasus, kesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sederhana yang selalu ditonjolkan oleh beberapa orang teman saya yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sempat mengenyam bangku wakil rakyat, itu memang menjadi promosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;efektif dalam membangun kepercayaan orang kepada mereka dan kepada partai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Segala kesantunan para politisi PK yang selama ini tidak pernah tampil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dari partai lain, seolah menjadi sebuah ukuran bahwa, 'politik itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kotor, tapi bukan berarti politisi harus ikut menjadi kotor'. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;membawakan politik, partai, politisi seolah seperti saat mereka sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berceramah, seperti mereka sedang mengkaji sebuah topik dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pengajian. Dan itu semua menjadi daya tarik yang cukup besar bagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;rakyat yang sudah muak dengan segala janji penuh tipu daya dan rayuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;maut dari partai dan politisi yang mengatasnamakan rakyat tapi hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;makmur dari uang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menurunkan harga untuk menjaring penumpang&lt;/span&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJ3RofU2RI/AAAAAAAAACg/5rS1TuYwudI/s1600-h/DSCN0415.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274409258414561554" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 166px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 127px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJ3RofU2RI/AAAAAAAAACg/5rS1TuYwudI/s200/DSCN0415.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Setelah berjalan sekian lama, keadaan kehidupan perpartaian yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berfilosofi 'tidak ada musuh abadi, tidak ada teman abadi, yang ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kepentingan pribadi' mulai tampak ke permukaan dari PK yang telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berganti nama menjadi PKS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Oh iya, mengapa diubah dari PK menjadi PKS? Karena sesuai peraturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang waktu itu berlaku, PK tidak mencapai electoral threshold atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;batas minimal partai bisa ikut pemilu (lagi). Karena terpaksa harus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dibubarkan, maka sengaja PK dibubarkan dan kemudian para pengurusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;membuat lagi partai dengan nama yang sama dan ditambahkan kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;'Sejahtera' supaya tidak sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Logo pun diganti dengan yang lebih 'manis', lebih 'manusiawi' atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sesuai dengan kata 'Sejahtera', sehingga logo yang awalnya pedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;membelah bulan (artinya harus adil dalam membagi) diganti menjadi ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;simbol kesejahteraan, yaitu gambar padi di tengah-tengahnya. Jadi arti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;lambang itu ialah harus adil dalam membagi-bagi kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Oke, lalu maksudnya dengan menurunkan harga itu apa? Ya, PKS mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menjadi partai yang 'tidak kaku', lebih fleksibel, bisa menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;keberagaman, tidak cuma dari kalangan ikhwah, kalangan tarbiyah juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;bukan cuma menerima koalisi dari partai 'seiman' atau partai yang visi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;misinya melulu 'Islam'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PKS pelan-pelan mulai membangun kekuatan dengan menjalin koalisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dengan banyak partai lain, walau bukan sembarang partai dan tidak asal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;partai gurem. PKS mulai menampilkan citra yang lebih lunak, lebih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;membumi, lebih bergaul dan juga 'bisa diterima oleh semua kalangan'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kompensasi yang harus diterima ialah, bahwa PKS yang dulu berasal dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sebuah partai eksklusif PK, dimana ibarat gerbong kereta eksklusif,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;maka isi penumpang cuma sedikit karena peminatnya dari kalangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;terbatas. Gerbong itu sejuk dan bersih, karena isinya 'orang' semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Semua itu membutuhkan biaya perawatan yang mahal dan karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;penumpangnya sedikit, harganya menjadi mahal dan itu berakibat sulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;terjangkau bagi orang-orang biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PKS sekarang seperti menawarkan sebuah gerbong ekonomi. Dan karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;harga yang murah, menyebabkan siapa saja pun bahkan kambing sekalipun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;boleh naik ke dalam gerbong. Belum lagi para pedagang yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berseliweran. Tapi apa yang didapat dengan 'menurunkan harga' seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;itu? Penumpangnya malah berjubel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Apa artinya perumpamaan ini? Karena PKS kini menjadi partai yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;terbuka, tidak eksklusif lagi, siapapun bisa naik ke dalam PKS bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seekor kambing pun..! Para oportunis yang ibarat pedagang yang mencoba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mencari-cari peluang yang siapa tahu mereka bisa mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;keuntungan dari 'para penumpang'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Apakah itu salah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Nah, ini pertanyaan yang sulit dijawab sekaligus mudah dijawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sulit, bila kita mengedepankan emosi dan rasa sentimen. Mudah, bila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kita memang memahami hakikat suatu partai yang sejatinya partai itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;harusnya bisa menampung segala aspirasi, segala lapisan, segala bentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;manusia, segala bentuk kehendak serta partai itu memang semestinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;tidak menjadi milik satu golongan atau satu orang saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yang namanya partai, dimana jumlah suara pemilih terbanyaklah yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menentukan partai itu menang apa tidak. Hal itulah yang sering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menjadikan sebuah partai yang awalnya dibangun dengan idealis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sekalipun, pada akhirnya harus tunduk pada kenyataan pasar. Ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;permintaan maka ada penyediaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Memandang bahwa pemilih potensial hanyalah mereka yang berjenggot,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang ikhwah, yang ikut tarbiyah, maka itu adalah sebuah jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pemikiran yang naif, menurut saya lho.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Memang, demi menjaring pemilih dari kalangan manapun, golongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;manapun, maka mau tidak mau PKS harus menjadi partai terbuka seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;itu. Dan tindakan itu bagi saya masih sangat bisa dibenarkan. Asalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;tetap ada kendali, tetap ada pengarahan, ada rambu-rambu dan 'para&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;pengawas serta satpam' juga tetap dengan tidak lelah-lelahnya untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;selalu mengarahkan PKS ini 'ke jalan yang lurus'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Siapa lagi mereka itu, kalau bukan para kader yang dengan senang hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sukarela bukan paksarela, mau mengorbankan diri dan hartanya demi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kelangsungan hidup partai yang sangat mereka dambakan dan banggakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya mengacungkan jempol, eh dua jempol, kepada mereka yang tetap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dengan setia terus mengusung partai yang saya merasa 'ikut-ikutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mendeklarasikannya' .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lalu soal kelakuan para politisinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Marilah kita pisahkan antara partai dan politisi. Saya tahu bahwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seorang Anis Matta itu memang 'sudah kaya' sebelum dia menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seseorang di PKS. Dari hasil dia bekerja, wajar saja bagi saya bila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dia punya mobil mewah. Saya dengar bahwa beliau menyumbangkan mobil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Avanza miliknya demi kepentingan dakwah Al-Manar. Bukankah itu sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mencukupi dan kita anggap itu buah rasa syukur dia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Eh.. eh.. kok saya jadi seperti membelanya ya? Apa ada 'main-main'?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sumpah demi Allah, tidak ada. Kenal secara pribadi juga tidak. Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;tahu siapa dia, tapi dia tidak pernah kenal saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ahmad Heryawan, yang dulu saya tahu bagaimana saat masih ikut liqo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;datang dengan segala kesederhanaannya, tapi sekarang coba lihat? Sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;jadi gubernur dia. Sudah biasa naik turun mobil. Sudah lupa sama teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;satu liqo nih? Nggak..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tapi, apa salah Anis Matta, kalau dia menjadi kaya? Apa salah Ahmad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Heryawan menjadi seorang yang kaya? Apa harus selamanya sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;seperti saat dia dulu masih liqo sama kita-kita? Hmm.. tidak juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menurut saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya sih belum pernah mendapat cerita bahwa kedua orang itu menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;petantang petenteng mentang-mentang sudah jadi orang kaya, sudah jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;anggota legislatif, sudah punya kedudukan dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Walaupun cerita miring tentang perilaku mereka yang 'sok kaya' itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang banyak terdengar, tapi itu bukan berarti mereka sejelek itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Memang sih, mereka sudah jadi orang penting, tapi tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sedikitpun saya mendengar mereka korupsi, misalnya. Saya tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mendengar mereka menyalahgunakan jabatan mereka untuk 'kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;memperkaya diri mereka'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Maaf, tulisan ini saya tutup sampai di sini. Maaf, bila saya sengaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;mengesankan saya membela mereka. Maaf, bila ada yang merasa bahwa kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PKS sudah tidak 'seindah yang dulu'. Maaf bila maaf saya tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;berkenan bagi semua orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya hanya ingin menggugah semua orang yang membaca tulisan saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;bahwa memang PKS telah berubah menjadi partai yang sesuai dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;habitatnya sebagai sebuah partai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya mendengar banyak sekali keluhan mereka yang tidak puas, yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kecewa, yang menghujat, yang ingin agar PKS kembali seperti dulu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;partai yang berjalan sesuai dengan marhalah dakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Untuk hal itu, saya cuma bisa bilang begini : kenapa tidak kita bikin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;satu jama'ah yang rapih? Yang bisa selalu tampil untuk menyerukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;kebenaran dan meluruskan setiap penyimpangan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PKS kini telah berubah menjadi majmu'ah (kumpulan orang) yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;masing-masing berada dalam satu gerbong yang sudah tidak seeksklusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dulu.. Dan untuk hal itu saudaraku.. terimalah.. Dan tetaplah untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;menjadi petugas pengawas jalur agar PKS terus tetap berada 'di jalur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang lurus'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Insya Allah.. Aamiin.. Wallahu a'lam..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6524906824000221977-6341399842800995245?l=berandainsani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandainsani.blogspot.com/feeds/6341399842800995245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6524906824000221977&amp;postID=6341399842800995245&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/6341399842800995245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/6341399842800995245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandainsani.blogspot.com/2008/11/jadi-caleg-pks.html' title='GERBONG PKS'/><author><name>Isfan Dahriyan Nasution</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07811454997753567958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJhyBDog1I/AAAAAAAAABg/2vUr4n7c97A/S220/RSCN0494.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJ1jOOlf2I/AAAAAAAAACY/NA36YvPv59M/s72-c/FSCN0418.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6524906824000221977.post-145960414027145134</id><published>2008-11-26T07:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T06:15:31.922-08:00</updated><title type='text'>BETAPA ......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STFNtNQOJCI/AAAAAAAAAAw/a3qV7uLXgvI/s1600-h/DSCN0132.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STFNtNQOJCI/AAAAAAAAAAw/a3qV7uLXgvI/s200/DSCN0132.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274082077674710050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Anbika&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!&lt;br /&gt;Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film. Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir panjang-panjang. Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari Majalah atau novel yang laris. Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa. Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan. Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.&lt;br /&gt;Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun&lt;br /&gt;kalau ada email yang isinya tentang Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan berbagi, serta langsung klik pada icon DELETE . Mari kita sebar luaskan &amp;amp; bersyukur kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK, PENGASIH DAN PENYAYANG.&lt;br /&gt;Sholawat...&lt;br /&gt;Wassalam..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6524906824000221977-145960414027145134?l=berandainsani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandainsani.blogspot.com/feeds/145960414027145134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6524906824000221977&amp;postID=145960414027145134&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/145960414027145134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6524906824000221977/posts/default/145960414027145134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandainsani.blogspot.com/2008/11/isfan-dahriyan-nasution.html' title='BETAPA ......'/><author><name>Isfan Dahriyan Nasution</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07811454997753567958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STJhyBDog1I/AAAAAAAAABg/2vUr4n7c97A/S220/RSCN0494.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WBqX_fIfiDU/STFNtNQOJCI/AAAAAAAAAAw/a3qV7uLXgvI/s72-c/DSCN0132.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
